Jelaskan dan berikan ilustrasi
serta teknik pembelajaran berikut:
1. Inquiry
atau menemukan;
2. Konstruktivisme;
3. SETS atau
Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat;
4. Pemecahan
Masalah;
5. Diskusi;
6. Tanya
Jawab;
7. Penugasan;
8. Karya
Ilmiah; dan
9. Demonstrasi
JAWABAN
1. Pembelajaran inkuiri adalah suatu cara menyampaikan
pelajaran yang meletakkan dan mengembangkan cara berfikir ilmiah dimana siswa
mengasimilasi suatu konsep atau prinsip, misalnya mengamati, menggolongkan,
membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan dan sebagainya.
Langkah-langkah
dalam proses inkuiri adalah (Sagala, 2003:97):
- Menyadarkan peserta didik bahwa
mereka memiliki keingintahuan terhadap sesuatu,
- Perumusan masalah yang harus
dipecahkan peserta didik.
- Menetapkan jawaban sementara
atau hipotesis.
- Mencari informasi, data, fakta
yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis.
- Menarik kesipulan jawaban atau
generalisasi.
- Mengaplikasikan kesimpulan atau
generalisasi dari situasi baru.
Ilustrasi :
1. Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan
masalah dituliskan di papan. Guru membagi siswa dalam kelompok.
2. Guru memberikan kesempatan pada
siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa
dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan
memproiritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
3. Guru memberikan kesempatan pada
siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan
dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
4. Guru memberi kesempatan kepada
setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
5. Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
2. Pembelajaran
konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran
yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali
dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi
melalui pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari
hasil interaksi dengan lingkungannya.
Langkah-langkah dalam pembelajaran
konstruktivisme adalah :
1) Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada
2) Perolehan pengetahuan
baru
3) Pemahaman pengetahuan
4) Menerapkan pengetahuan
dan pengalaman yang diperoleh
5) Melakukan refleksi
Ilustrasi :
1. Guru
memberikan pengetahuan
awal yang sudah dimiliki peserta didik akan menjadi dasar untuk mempelajari
informasi baru. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara pemberian pertanyaan
terhadap materi yang akan dibahas.
2. Guru
memberikan pemerolehan
pengetahuan perlu dilakukan secara keseluruhan tidak terpisah-pisah kepada peserta didik.
3. Guru membimbing peserta didik perlu menyelidiki dan menguji semua
hal yang memungkinkan dari pengetahuan baru peserta didik.
4. Guru membimbing
peserta didik
untuk memperluas dan memperhalus struktur pengetahuannya dengan cara memecahkan
masalah yang ditemui.
5. setelah peserta didik memiliki pengetahuan dan harus sepenuhnya dipahami dan
diterapkan secara luas, maka pengetahuan itu, guru harus memberikan refleksi berupa
tugas.
3. Dalam
konteks SETS, perkembangan sains dalam pembelajaran dianggap dipengaruhi oleh
perubahan pada lingkungan, teknologi, juga kepentingan serta harapan
masyarakat. Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik
mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan
sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang
dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.
Langkah-langkah dalam
pembelajaran SETS :
1. Tahap
invitasi
2. Tahap eksplorasi
3. Tahap solusi
4. Tahap aplikasi
5. Tahap pemantapan konsep
Ilustrasi :
1. Pada tahap invitasi guru memberikan isu/ masalah aktual
yang sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik
dan dapat merangsang siswa untuk mengatasinya.
2. Pada tahap ekplorasi, guru dan peserta
didik mengidentifikasi daerah kritis penyelidikan.
Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau
wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut. Data dan informasi dapat
pula diperoleh melalui telekomunikasi, perpustakaan dan sumber-sumber dokumen
publik lainnya.
3. Pada
tahap solusi, peserta didik mengatur dan mensintesis informasi
yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan.
4. Pada tahap aplikasi, peserta didik diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah
diperoleh. Dalam hal ini siswa memberikan aksi nyata dalam mengatasi masalah
yang muncul dalam tahap invitasi.
5. Pada tahap ini, guru memberikan umpan balik/
penguatan terhadap konsep yang diperoleh siswa.
4. Metode
pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong
peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka
pencapaian tujuan pengajaran.
Langkah-langkah dalam pembelajaran pemecahan masalah :
1. Persiapan
2. Pelaksanaan
Ilustrasi :
Persiapan
1. Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan
oleh guru.
2. Guru
menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan
persoalan.
3. Guru memberikan gambaran secara umum
tentang cara-cara pelaksanaannya.
4. Problem yang
disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
5. Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan
kemampuan peserta didik
Pelaksanaan
1. Guru menjelaskan secara umum tentang
masalah yang dipecahkan.
2. Guru meminta
kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan
dilaksanakan.
3. Peserta didik dapat bekerja secara individual atau
berkelompok.
4. Mungkin
peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
5. Kalau
pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa
pemecahannya tak ditemui.
6. Pemecahan
masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
7. Data
diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan
fakta.
8. Membuat
kesimpulan.
5. Metode
diskusi adalah cara penyajian pembelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan
kepada suatu masalah, yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat
problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. (Syaiful Bahri Djamarah dan
Aswan Zain : 2006).
Langkah-langkah metode pembelajaran diskusi :
1. Taraf persiapan
2. Siswa membentuk kelompok diskusi
3. siswa berdiskusi dalam kelompok masing-masing
4. Tiap anggota kelompok wajib melaporkan hasil
diskusi
5. siswa mencatat hasil diskusi, guru menyimpulkan
Ilustrasi :
1). Taraf
persiapan, yang terdiri dari:
a. Memilih dan menetapkan topik atau
tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternative untuk
dipilih dan didiskusikan.
b. Mengidentifikasi dan menetapkan
satu atau beberapa sumber bahan bacaan atau informasi yang hendak dipelajari
oleh siswa, sehingga kalau memasuki arena diskusi diharapkan telah
membawa bahan pemikiran.
c. Menetapkan atau menyediakan
alternatif komposisi dan struktur komonikasi kelompok diskusi.
d.
Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
2). Siswa
membentuk kelompok-kelompok diskusi, yang terdiri dari:
a. Memilih pimpinan diskusi (ketua,
sekretaris, pelapor)
b. Mengatur tempat duduk, ruangan, dan sebagainya dengan bimbingan guru.
3). Siswa berdiskusi dalam kelompoknya
masing-masing,
sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain,
menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar anggota kelompok
berpartisipasi aktif dan diskusi dapat berjalan lancar. Setiap siswa hendaknya,
mengetahui secara persis apa yang akan didiskusikan dan bagaimana caranya
berdiskusi.
4). Setiap kelompok harus
melaporkan hasil diskusinya. Hasil diskusi dilaporkan ditanggapi oleh semua
siswa, terutama dari kelompok lain. Guru memberikan ulasan atau penjelasan
terhadap laporan tersebut.
5). Akhirnya siswa mencatat hasil
diskusi, sedangkan guru menyimpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok.
6. Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran
dalam bentuk pertanyaan yang
harus dijawab, terutama dari
guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
Langkah-langkah
dalam metode Tanya jawab :
1. Merumuskan
tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk
tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
2. Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
3. Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
4. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
5.Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.
Ilustrasi :
1. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan
yang sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
2. Menyimpulkan
jawaban siswa sesuai dengan
tujuan pembelajaran khusus.
3. Memberi
kesempatan kepada siswa untuk bertanya
pada hal-hal yang belum dipahami.
4. Memberi pertanyaan
atau kesempatan kepada siswa untuk bertanya
pada hal-hal yang sifatnya pengembangan atau pengayaan.
5. Memberi kesempatan pada siswa untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan sifatnya pengembangan atau pengayaan.
6. Menyimpulkan
materi jawaban yang relevan
dengan tujuan pembelajaran khusus.
7. Memberi tugas kepada siswa untuk membaca materi
berikutnya di rumah dan menulis pertanyaan
yang akan diajukan pada pertemuan berikutnya.
7. Metode penugasan merupakan
salah satu pilihan metode
mengajar seorang guru, dimana guru memberikan sejumlah item tes kepada siswanya
untuk dikerjakan di luar jam pelajaran. Pemberian item tes ini biasanya
dilakukan pada setiap kegiatan belajar mengajar di kelas, pada akhir setiap
pertemuan atau akhir pertemuan di kelas.
Langkah-langkah dalam metode penugasan :
1. Rumuskan permasalahannya dengan
jelas.
2. Lakukan pembagian tugas serta
deskripsikan masing-masing tugas itu.
3. Buat jadwal kegiatan sesuai dengan
waktu yang disediakan.
4. Rumuskan apa yang diharapkan untuk
dicapai dari setiap kegiatan.
5. Buat kesimpulan menyeluruh.
6. Usahakan agar hasil dari tugas itu
dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui banyak orang.
Ilustrasi :
1. Guru memberikan soal
kepada peserta didiknya.
2. Peserta didik menjawab
soal.
3. Peserta didik
mengumpulkan jawaban soal.
8. Metode ilmiah adalah langkah langkah yang ditempuh
oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan pertanyaan atas masalah masalah dan
keingintahuan nya terhadap fenomena fenomena yang terjadi sehingga dihasilkan
jawaban yang akurat dan obyektif sehingga mampu diterima secara universal dan
dianggap valid.
Langkah – langkah pembelajaran karya
ilmiah :
1. Melakukan
identifikasi masalah
2. Mengumpulkan
data dalam cakupan masalah
3. Memilah data
untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
4. Merumuskan
hipotesis
5. Melakukan
konfirmasi
Ilustrasi :
Guru mengajak peserta
didiknya melakukan sebuah percobaan.
9. Metode
demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,
aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun
melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau
materi yang sedang disajikan.
Langkah-langkah dalam metode demonstrasi :
1. Perencanaan
Hal yang
dilakukan adalah:
- Merumuskan tujuan yang jelas
baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh
setelah metode demonstrasi berakhir.
- Menetapkan garis-garis besar
langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.
- Memperhitungkan waktu yang
dibutuhkan.
- Selama demonstrasi berlangsung,
seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah:
·
- Keterangan-keterangannya
dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik.
·
- Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi
yang baik sehingga setiap peserta didik dapat melihat.
·
- Peserta
didik disarankan membuat catatan yang dianggap perlu.
- Menetapkan rencana penilaian
terhadap kemampuan peserta didik.
2.
Pelaksanaan
Hal-hal yang
perlu dilakukan adalah:
- Memeriksa hal-hal di atas untuk
kesekian kalinya.
- Memulai demonstrasi dengan
menarik perhatian peserta didik.
- Mengingat pokok-pokok materi
yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.
- Memperhatikan keadaan peserta
didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.
- Memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat
dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.
- Menghindari ketegangan, oleh
karena itu guru hendaknya selalu menciptakan suasana yang harmonis.
3. Evaluasi
Sebagai
tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan
kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian
tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih
lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap
demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang
diharapkan
Ilustrasi :
1. Guru mersiapkan
alat-alat yang diperlukan.
2. Guru menjelaskan kepada anak-anak
apa yang direncanakan dan apa yang akan dikerjakan.
3. Guru mendemonstrasikan kepada
anak-anak secara perlahan-lahan, serta memberikan penjelasan yang cukup
singkat.
4. Guru mengulang kembali selangkah
demi selangkah dan menjelaskan alasan alasan setiap langkah.
5. Guru menugaskan kepada siswa agar
melakukan demonstrasi sendiri langkah demi langkah dan disertai penjelasan