Sabtu, 07 Januari 2017

hasa-oktavia teknik dan ilustrasi pembelajaran


 

Jelaskan dan berikan ilustrasi serta teknik pembelajaran berikut:
1.      Inquiry atau menemukan;
2.      Konstruktivisme;
3.      SETS atau Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat;
4.      Pemecahan Masalah;
5.      Diskusi;
6.      Tanya Jawab;
7.      Penugasan;
8.      Karya Ilmiah; dan
9.      Demonstrasi

JAWABAN
  1. Pembelajaran inkuiri adalah suatu cara menyampaikan pelajaran yang meletakkan dan mengembangkan cara berfikir ilmiah dimana siswa mengasimilasi suatu konsep atau prinsip, misalnya mengamati, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan dan sebagainya.

Langkah-langkah dalam proses inkuiri adalah (Sagala, 2003:97):
  1. Menyadarkan peserta didik bahwa mereka memiliki keingintahuan terhadap sesuatu,  
  2. Perumusan masalah yang harus dipecahkan peserta didik. 
  3. Menetapkan jawaban sementara atau hipotesis. 
  4. Mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis. 
  5. Menarik kesipulan jawaban atau generalisasi. 
  6. Mengaplikasikan kesimpulan atau generalisasi dari situasi baru.
Ilustrasi :
1.  Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan di papan. Guru membagi siswa dalam kelompok.
2. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan  dengan permasalahan  dan memproiritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
3. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
4. Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
5. Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.

2. Pembelajaran konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya.

Langkah-langkah dalam pembelajaran konstruktivisme adalah :
1)   Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada
2)   Perolehan pengetahuan baru
3)   Pemahaman pengetahuan
4)   Menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh
5)   Melakukan refleksi

Ilustrasi :
1. Guru memberikan pengetahuan awal yang sudah dimiliki peserta didik akan menjadi dasar untuk mempelajari informasi baru. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara pemberian pertanyaan terhadap materi yang akan dibahas.
2. Guru memberikan pemerolehan pengetahuan perlu dilakukan secara keseluruhan tidak  terpisah-pisah kepada peserta didik.
3. Guru membimbing peserta didik perlu menyelidiki dan menguji semua hal yang memungkinkan dari pengetahuan baru peserta didik.
4. Guru membimbing peserta didik untuk memperluas dan memperhalus struktur pengetahuannya dengan cara memecahkan masalah yang ditemui.
5. setelah peserta didik memiliki pengetahuan dan harus sepenuhnya dipahami dan diterapkan secara luas, maka pengetahuan itu, guru harus memberikan refleksi berupa tugas.


3. Dalam konteks SETS, perkembangan sains dalam pembelajaran dianggap dipengaruhi oleh perubahan pada lingkungan, teknologi, juga kepentingan serta harapan masyarakat.  Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.


Langkah-langkah dalam pembelajaran SETS :
1. Tahap invitasi
2. Tahap eksplorasi
3. Tahap solusi
4. Tahap aplikasi
5. Tahap pemantapan konsep

 Ilustrasi :
1. Pada tahap invitasi guru memberikan isu/ masalah aktual yang sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik dan dapat merangsang siswa untuk mengatasinya.
2. Pada tahap ekplorasi, guru dan peserta didik  mengidentifikasi daerah kritis penyelidikan. Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut. Data dan informasi dapat pula diperoleh melalui telekomunikasi, perpustakaan dan sumber-sumber dokumen publik lainnya.
3. Pada tahap solusi, peserta didik  mengatur dan mensintesis informasi yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan.
4. Pada tahap aplikasi, peserta didik diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah diperoleh. Dalam hal ini siswa memberikan aksi nyata dalam mengatasi masalah yang muncul dalam tahap invitasi.
5. Pada tahap ini, guru memberikan umpan balik/ penguatan terhadap konsep yang diperoleh siswa.

4. Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.

Langkah-langkah dalam pembelajaran pemecahan masalah :
1. Persiapan
2. Pelaksanaan

Ilustrasi :
Persiapan
1.  Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
2. Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
3. Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
4. Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
5.  Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
 Pelaksanaan
1. Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
2. Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
3.  Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
4. Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
5. Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
6. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
7. Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
8. Membuat kesimpulan.

5. Metode diskusi adalah cara penyajian pembelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah, yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain : 2006).

Langkah-langkah metode pembelajaran diskusi :
1. Taraf persiapan
2. Siswa membentuk kelompok diskusi
3. siswa berdiskusi dalam kelompok masing-masing
4. Tiap anggota kelompok wajib melaporkan hasil diskusi
5. siswa mencatat hasil diskusi, guru menyimpulkan

Ilustrasi :
1). Taraf persiapan, yang terdiri dari:
 
a. Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternative untuk dipilih dan didiskusikan.  
b. Mengidentifikasi dan menetapkan satu atau beberapa sumber bahan bacaan atau informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, sehingga kalau memasuki arena diskusi  diharapkan telah membawa bahan pemikiran.
c. Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi kelompok diskusi.
d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
 
2). Siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi, yang terdiri dari:
a. Memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor)
b. Mengatur tempat duduk, ruangan, dan sebagainya dengan bimbingan guru.
 
3). Siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain, menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar anggota kelompok berpartisipasi aktif dan diskusi dapat berjalan lancar. Setiap siswa hendaknya, mengetahui secara persis apa yang akan didiskusikan dan bagaimana caranya berdiskusi.
 
4). Setiap  kelompok  harus melaporkan hasil diskusinya. Hasil diskusi dilaporkan ditanggapi oleh semua siswa, terutama dari kelompok lain. Guru memberikan ulasan atau penjelasan terhadap laporan tersebut.
 
5). Akhirnya siswa mencatat hasil diskusi, sedangkan guru menyimpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok.


6. Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.

Langkah-langkah dalam metode Tanya jawab :
1. Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
2. Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
3. Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
4. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
5.Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.

Ilustrasi :
1. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
2.  Menyimpulkan jawaban siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
3.  Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada hal-hal yang belum dipahami.
4. Memberi pertanyaan atau kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada hal-hal yang sifatnya pengembangan atau pengayaan.
5. Memberi kesempatan pada siswa untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan sifatnya pengembangan atau pengayaan.
6.  Menyimpulkan materi jawaban yang relevan dengan tujuan pembelajaran khusus.
7. Memberi tugas kepada siswa untuk membaca materi berikutnya di rumah dan menulis pertanyaan yang akan diajukan pada pertemuan berikutnya.


7. Metode penugasan merupakan salah satu pilihan metode mengajar seorang guru, dimana guru memberikan sejumlah item tes kepada siswanya untuk dikerjakan di luar jam pelajaran. Pemberian item tes ini biasanya dilakukan pada setiap kegiatan belajar mengajar di kelas, pada akhir setiap pertemuan atau akhir pertemuan di kelas.

Langkah-langkah dalam metode penugasan :
1. Rumuskan permasalahannya dengan jelas.
2. Lakukan pembagian tugas serta deskripsikan masing-masing tugas itu.
3. Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan.
4. Rumuskan apa yang diharapkan untuk dicapai dari setiap kegiatan.
5. Buat kesimpulan menyeluruh.
6. Usahakan agar hasil dari tugas itu dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui banyak orang.

Ilustrasi :
            1. Guru memberikan soal kepada peserta didiknya.
            2. Peserta didik menjawab soal.
            3. Peserta didik mengumpulkan jawaban soal.

8.  Metode ilmiah adalah langkah langkah yang ditempuh oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan pertanyaan atas masalah masalah dan keingintahuan nya terhadap fenomena fenomena yang terjadi sehingga dihasilkan jawaban yang akurat dan obyektif sehingga mampu diterima secara universal dan dianggap valid.

Langkah – langkah pembelajaran karya ilmiah :
1. Melakukan identifikasi masalah
2. Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
3. Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
4. Merumuskan hipotesis
5. Melakukan konfirmasi

Ilustrasi :
            Guru mengajak peserta didiknya melakukan sebuah percobaan.

9. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Langkah-langkah dalam metode demonstrasi :
1. Perencanaan
Hal yang dilakukan adalah:
  • Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh setelah metode demonstrasi berakhir.
  • Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.
  • Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.
  • Selama demonstrasi berlangsung, seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah:
·                  - Keterangan-keterangannya dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik.
·                  Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap  peserta didik dapat melihat.
·                  - Peserta didik disarankan membuat catatan yang dianggap perlu.
  • Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan peserta didik.
2. Pelaksanaan
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
  • Memeriksa hal-hal di atas untuk kesekian kalinya.
  • Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian peserta didik.
  • Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.
  • Memperhatikan keadaan peserta didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.
  • Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.
  • Menghindari ketegangan, oleh karena itu guru hendaknya selalu menciptakan suasana yang harmonis.
3. Evaluasi
Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan

Ilustrasi :
1. Guru mersiapkan alat-alat yang diperlukan.
2. Guru menjelaskan kepada anak-anak apa yang direncanakan dan apa yang akan dikerjakan.
3. Guru mendemonstrasikan kepada anak-anak secara perlahan-lahan, serta memberikan penjelasan yang cukup singkat.
4. Guru mengulang kembali selangkah demi selangkah dan menjelaskan alasan alasan setiap langkah.
5. Guru menugaskan kepada siswa agar melakukan demonstrasi sendiri langkah demi langkah dan disertai penjelasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar