Media Audio
Pembuatan media audio pembelajaran memerlukan beberapa
tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan
tersebut, yaitu pra-produksi, produksi dan pasca
produksi.
1. Pra Produksi
Kegiatan-kegitan
yang dilakukan pada tahapan Pra Produksi yaitu :
a.
Telaah Kurikulum
Kurikulum dijadikan sebagai acuan
utama, dalam menentukan kompetensi yang akan dimuat untuk diajarkan kepada
siswa melalui media audio. sehingga
media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran. Telaah
kurikulum harus dilakukan oleh guru, dikaji oleh
ahli materi dan ahli media. peranan Guru
adalah menentukan materi dalam media yang dapat mewakili kompetensi yang
diharapkan yang akan yang sesuai dengan kompetensi dan jejang pendidikan. Peranan
ahli materi yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan sesuai dengan
sasaran tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi juga harus
menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini. Peranan ahli media
harus mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam
media audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua
materi yang ada di kurikulum dapat dibuat ke dalam media audio secara menarik.
b. Penulisan Naskah
Naskah
ditulis oleh orang yang dianggap mampu untuk menulis naskah audio. Naskah yang
ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji
kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau contohnya.
Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut
sesuai karakteristik media audio, misalnya pemain, perwatakan, pilihan
kata/bahasa, konflik, musik, sound effect, dll.
2. Produksi
Produksi media audio ini diawali
dengan diterimanya naskah oleh team produksi. Setelah itu dilakukan
langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan tim produksi, rembug naskah (script
conference), Pemilihan pemain (casting), latihan kering, rekaman
(recording), editing dan mixing, preview, pembuatan master (mastering).
a. Team Produksi
Produksi media audio ini merupakan
kerja bersama(team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki
keahlian atau ketrampilan berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar
anggota tim sehingga terwujud media audio yang baik, menarik dan komunikatif.
b. Rembuk Naskah (Script
Conference)
Setelah guru menerima dan
mempelajari, kemudian dilakukan rembuk naskah dengan penulis naskah, ahli
materi dan ahli media. Rembuk naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi
pemahaman terhadap naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan
yang fatal.
c. Pemilihan Pemain (Casting)
Setelah rembuk naskah dilakukan,
langkah selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang
akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan
karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan
menarik.
d. Latihan Kering
Latihan kering maksudnya, para
pemain diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman,
agar mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran
masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan
pada saat rekaman.
e. Rekaman(Recording)
Rekaman adalah
proses pengambilan suara dari masing-masing pemain. guru adalah pengendali
sepenuhnya jalannya rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil
rekaman.
f. Editing dan Mixing
Editing:
maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah yang dianggap tidak perlu atau juga
menambah efek, misalnya echo.
Mixing: maksudnya mencampur atau menambah musik, background,
dan soundeffect sehingga media audio lebih terkesan menarik.
g. Preview
Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap
hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi,
pengkaji media, dan guru sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi
terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi
materi misalnya ketepatan pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan
penggunaan musik, efek suara (sound effect), kualitas suara, meliputi
ada tidaknya noise, kestabilan volume. Jika hasil produksi belum
dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim
preview
h.
Pembuatan Master Audio Pembelajaran (Mastering)
Menyimpan atau merekam hasil
produksi media audio pembelajaran ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan
lainnya. Master media audio pembelajaran ini yang kemudian akan dijadikan
master jika diperlukan penggandaan.
Media pembelajaran audio siap dignakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar