Kamis, 13 April 2017

Langkah-Langkah Media Pembelajaran



 Media Audio

Pembuatan media audio pembelajaran memerlukan beberapa tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan tersebut,  yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi.
1.  Pra Produksi                                                              
                 Kegiatan-kegitan yang dilakukan pada tahapan Pra Produksi yaitu :
                 a.  Telaah Kurikulum
                                               Kurikulum dijadikan sebagai acuan utama, dalam menentukan kompetensi yang akan dimuat untuk diajarkan kepada siswa melalui media audio. sehingga media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran. Telaah kurikulum harus dilakukan oleh guru, dikaji oleh ahli materi dan ahli media. peranan Guru adalah menentukan materi dalam media yang dapat mewakili kompetensi yang diharapkan yang akan yang sesuai dengan kompetensi dan jejang pendidikan. Peranan ahli materi yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan sesuai dengan sasaran tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi juga harus menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini. Peranan ahli media harus mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam media audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua materi yang ada di kurikulum dapat dibuat ke dalam media audio secara menarik.
b.   Penulisan Naskah
                 Naskah ditulis oleh orang yang dianggap mampu untuk menulis naskah audio. Naskah yang ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau contohnya. Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut sesuai karakteristik media audio, misalnya pemain, perwatakan, pilihan kata/bahasa, konflik, musik, sound effect, dll.

2.      Produksi
 Produksi media audio ini diawali dengan diterimanya naskah oleh team produksi. Setelah itu dilakukan langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan tim produksi, rembug naskah (script conference), Pemilihan pemain (casting), latihan kering, rekaman (recording), editing dan mixing, preview, pembuatan master (mastering).
a.    Team Produksi
Produksi media audio ini merupakan kerja bersama(team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki keahlian atau ketrampilan berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar anggota tim sehingga terwujud media audio yang baik, menarik dan komunikatif.
b.    Rembuk Naskah (Script Conference)
Setelah guru menerima dan mempelajari, kemudian dilakukan rembuk naskah dengan penulis naskah, ahli materi dan ahli media. Rembuk naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi pemahaman terhadap naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan yang fatal.
c.   Pemilihan Pemain (Casting)
        Setelah rembuk naskah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan menarik.
d.     Latihan Kering
       Latihan kering maksudnya, para pemain diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan pada saat rekaman.
 e.   Rekaman(Recording)
       Rekaman adalah proses pengambilan suara dari masing-masing pemain. guru adalah pengendali sepenuhnya jalannya rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil rekaman.

f.   Editing dan Mixing
             Editing:   maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah yang   dianggap tidak perlu atau juga menambah efek, misalnya echo.
     Mixing: maksudnya mencampur atau menambah musik, background, dan soundeffect sehingga media audio lebih terkesan menarik.
g.   Preview
            Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi, pengkaji media, dan guru sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi materi misalnya ketepatan pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan penggunaan musik, efek suara (sound effect), kualitas suara, meliputi ada tidaknya noise, kestabilan volume. Jika hasil produksi belum dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim preview
 h.    Pembuatan Master Audio Pembelajaran (Mastering)
          Menyimpan atau merekam hasil produksi media audio pembelajaran ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan lainnya. Master media audio pembelajaran ini yang kemudian akan dijadikan master jika diperlukan penggandaan.

Media pembelajaran audio siap dignakan.

Sabtu, 07 Januari 2017

hasa-oktavia soal-soal PG asam basa SMA



Soal PG materi Asam Basa Kelas XI SMA

1. Pernyataan yang tepat sehubungan dengan konsep asam basa Arrhenius adalah…
            a. NH3 bersifat asam karena melepaskan H+
            b. NaCl bersifat asam karena melepaskan Cl.
            c. CH3COOH dalam etanol bersifat basa karena melepaskan ion OH .
            d. Ba(OH)2 dalam air bersifat basa karena melepaskan ion OH .
            e. HCl dalam benzena bersifat asam karena 1 atom Cl mengikat 1 atom H.

2. Keistimewaan teori Bronsted-Lowry yaitu dapat menjelaskan …
            a. Reaksi ionisasi
            b. Reaksi asam basa dengan pelarut air saja
c. Reaksi asam basa dengan pelarut yang reversible
d. Reaksi asam basa yang tidak melibatkan transfer proton
e. Definisi asam basa berdasarkan serah terima pasangan electron

3. Perhatikan reaksi berikut !
                        B(OH)3  +  H2O    B(OH)4  +  H+
    Pada reaksi di atas, B(OH)3  bertindak sebagai …
            a. Asam Lewis
            b. Basa Arrhenius
            c. Asam Arrhenius
            d. Basa Bronsted-Lowry
            e. Asam Bronsted-Lowry

4. Dari pengujian larutan menggunakan kertas lakmus diperoleh data sebagai berikut.
           
No.
Larutan yang diuji
Warna Kertas Lakmus
Merah
Biru

1.
2.
3.
4.
5.

X
Y
Z
U
V

Merah
Merah
Biru
Merah
Biru

Biru
Merah
Biru
Biru
Biru
Larutan-larutan yang mengandung ion OH adalah …
            a. Y dan U                               d. X dan Z
            b. Z dan V                               e. X dan Y
            c. U dan X

5. Data trayek pH dan perubahan warna indicator ditunjukkan dalam tabel berikut.
Indikator
Warna
Trayek pH
Metil jingga
Metil merah
Bromtimol biru
Fenolftalein
Merah-kuning
Merah-kuning
Kuning-biru
Tidak berwarna-merah
3,1-4,4
4,4-6,2
6,0-7,6
8,3-10,0
Seorang siswa menentukkan pH larutan X dengan menggunakan beberapa indikator. Jika dengan indikator metil jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolftalein berturut-turut larutan X berwarna kuning, kuning, biru, dan tidak berwarna, nilai pH larutan X adalah …
            a. 4,4                           c. 6,2-7,6                      e. >10
            b. 6,2                           d. 7,6-8,3

6. Jika diketahui suatu basa lemah LOH 0,002 M dan Kb LOH= 5 x 10 -4, derajat ionisasi LOH dan konsentrasi ion OH secara berturut-turut yaitu …
            a. 0,25 dan 10 -3                                 d. 0,5 dan 10 -6
            b. 0,25 dan 10 -6                                 e. 10 -3 dan 10 -6
            c. 0,5 dan 10 -3

7. Dalam 500 ml larutan hidrazin (N2H5OH) terdapat 3,4 x 10 -4 ion OH . Apabila Kb = 3,4 x 10 -6, berat hidrazin adalah … gram. (Mr N2H5OH = 50)
            a. 0,85                                     c. 0,34                         e. 0,0425
            b. 0,425                                   d. 0,085

8. Larutan HCl 0,05 M mempunyai pH sebesar …
            a. 1,3                            c. 7,3                            e. 12,7
b. 2,3                           d. 11,7

9. jika 2 L air murni ditambah 10 tetes larutan HCl 0,1 M pH larutan  berubah dari … (1 ml= 20 tetes)
            a. 7 menjadi 9 + log 2,5
            b 7 menjadi 9 - log 2,5
            c. 7 menjadi 5 – log 2,5
            d. 7 menjadi 4 – log 2,5
            e. 7 menjadi 3 + log 2,5

10. sebanyak 5 ml larutan HCOOH (Ka = 4 x 10 -4) dengan pH 4 ditambah air sehingga pH-nya menjadi 5. Volume larutan menjadi … ml.
            a. 100                          c. 495                           e. 1.000
            b. 250                          d. 500